Oleh: Pemuda Sukses | Februari 13, 2012

Pentingnya Communication Skill (Keterampilan Berkomunikasi) untuk Keunggulan Kompetitif

Komunikasi adalah proses dimana seseorang (komunikator) menyampaikan perangsang-perangsang (biasanya lambang dalam bentuk kata-kata) untuk mengubah tingkah laku orang lain, sehingga seseorang akan dapat merubah sikap, pendapat, dan perilaku orang lain. Komunikasi sebagai proses individu/ seseorang yang mengirimkan stimulus (biasanya dalam bentuk verbal/ kata-kata) untuk memberikan pengaruh atau memodifikasi tingkah laku orang lain. Komunkasi juga dapat berarti proses pertukaran ide, cerita, informasi atau pandangan tentang dunia yang terjadi diantara dua orang atau lebih melalui komunikasi verbal dan non verbal yang terjadi secara langsung (tatap muka) maupun tidak langsung (melalui telepon atau teknologi komputer) dan terikat dengan aturan aturan tertentu.

Proses komunikasi pada hakikatnya adalah proses penyampaian pikiran atau perasaan oleh seorang komunikator kepada orang lain (komunikan). Pikiran bisa berupa gagasan, informasi, opini, dan lain-lain yang muncul dari benaknya. Perasaan bisa berupa keyakinan kepastian, keraguan-raguan, kekhawatiran, kemarahan, keberanian, kegairahan, dan sebagainya yang timbul dari lubuk hati. Setiap proses komunikasi bertujuan menyampaikan suatu pesan atau informasi hingga pesan tersebut dapat diterima oleh si-penerima setepat mungkin; apapun bentuk dan cara penyampaiannya. Agar komunikasi secara tepat mengena pada sasaran yang hendak dicapainya, maka suatu komunikasi haruslah dilakukan secara terencana dan strategis. Suatu komunikasi yang diharapkan efektivitasnya tidaklah dilakukan serampangan, melainkan membutuhkan persiapan-persiapan dan perencanaan yang matang. Suatu perencanaan komunikasi meliputi strategi, dimana strategi ini menyangkut tindakan yang akan dilakukan serta manajemen. Untuk mencapai tujuan komunikasi secara efektif, perlu memahami sifat-sifat komunikasi dan pesan.

Thomas M. Sceidel mengemukakan bahwa kita berkomunikasi terutama untuk menyatakan dan mendukung identitas diri, untuk membangun kontak sosial dengan orang di sekitar kita, dan untuk mempengaruhi orang lain untuk merasa, berfikir, atau berperilaku seperti yang kita inginkan. Namun tujuan dasar kita berkomunikasi adalah untuk mengendalikan lingkungan fisik dan psikologis kita. Menurut Gordon I. Zimmerman, komunikasi mempunyai fungsi isi, yang melibatkan pertukaran informasi yang kita perlukan untuk menyelesaikan tugas, dan fungsi hubungan yang melibatkan pertukaran informasi mengenai bagaiman hubungan kita dengan orang lain. Sedangkan menurut Rudolph F. Verderber, komunikasi mempunyai dua fungsi, yang pertama fungsi sosial, yakni untuk tujuan kesenangan, untuk menunjukkan ikatan dengan orang lain, membangun dan memelihara hubungan. Kedua, fungsi pengambilan keputusan, yakni memutuskan untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu pada suatu saat tertentu.

Melalui komunikasi kita dapat bekerjasama dengan orang lain. Orang yang tidak pernah berkomunikasi dengan manusia, bisa dipastikan akan “tersesat”, karena ia tidak berkesempatan menata dirinya dalam suatu lingkaran sosial. Komunikasilah yang memungkinkan individu membangun suatu kerangka rujukan dan menggunakannya sebagai panduan untuk menafsirkan situasi apapun yang ia hadapi. Komunikasi pula yang memungkinkannya mempelajari dan menerapkan strategi-strategi adaptif untuk mengatasi situasi-situasi problematik yang ia masuki.

Dalam berkomunikasi kita sering mengalami kendala-kandala sehingga informasi yang kita sampaikan atau terima tidak jelas atau informasi yang sering berubah arti karena adanya distorsi. Hal tersebut dapat terjadi karena, pertama: konteks (lingkungan), bersifat kompleks, terkait dimensi fisik, sosial-psikologis, temporal dan simultan. Kedua: sumber mengawali proses komunikasi dan penerima sebagai sasaran mengemas pesan (pikiran atau ide) secara subjektif melalui pengkodean. Ketiga: Encoding-Decoding (Pengkodean), tergantung pada keterampilan, sikap, pengetahuan dan sistem sosial budaya, proses kodifikasi di pihak sumber/penerima hingga pesan itu terkode, bisa menimbulkan distorsi bahkan makna yang berlainan sama sekali. Keempat: Kompetensi Komunikasi merupakan kemampuan pihak yang berkomunikasi secara efektif, mencakup pengetahuan tentang peran lingkungan dalam mempengaruhi isi dan bentuk pesan komunikasi dan tatacara perilaku non-verbal seperti kedekatan, sentuhan fisik, dan suara keras. Kelima: Pesan dan Saluran, pesan adalah produk fisik dari proses kodifikasi, berupa pembicaraan, tulisan dan gerakan. Saluran merupakan medium, lewat mana suatu pesan itu berjalan. Keenam: Umpan Balik, Untuk menghindari distorsi dalam komunikasi, orang (komunikator) harus terampil berbicara dan menulis, si-penerima pesan harus terampil mendengarkan dan membaca. Ketujuh: Gangguan, merupakan komponen yang mendistorsi pesan, gangguan ini dapat berupa fisik, psikologis dan semantik. Kedelapan: Efek Komunikasi, merupakan konsekuensi atau dampak atas satu atau lebih yang terlibat, berupa perolehan pengetahuan, sikap-sikap baru atau memperoleh cara-cara/gerakan baru sebagai refleksi psiko-motorik.

Keterampilan komunikasi sangat penting bagi kehidupan kita, selain untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar, keterampilan komunikasi dapat berguna untuk mengetahui kehidupan yang lebih luas. Dalam organisasi keterampilan berkomunikasi berguna untuk mengefektifkan setiap fungsi manajemen. Selain itu, dalam sebuah pelatihan, communication skill penting sekali adanya untuk berkomunikasi antara instruktur dan peserta bertatap-muka, setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, verbal ataupun non verbal, berada dalam jarak yang dekat dan saling mengirim dan menerima pesan, berlangsung simultan dan spontan, dapat juga berfungsi untuk menjembatani arti atau makna baru, menejelaskan deskripsi dan tugas, mendorong semangat dan kekompakan peserta dan kelompoknya, mengemban fungsi utility dan cohesion, dan mengeliminasi hal-hal yang tidak berguna atau tidak fungsional

Keterampilan berkomunikasi dapat mempengaruhi produktivitas suatu perusahaan. Apabila suatu perusahaan memiliki karyawan yang terampil dalam berkomunikasi kepada atasan atau karyawan lain ataupun customer maka produktivitas perusahaan tersebut akan meningkat dan membaik. Perusahaan-perusahaan yang mengembangkan dan mengatur aset-aset pengetahuan mereka secara efektif akan menjadi lebih unggul dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan lain yang tidak menjadikan pengetahuan sebagai sumber keunggulan kompetitifnya. Individu-individu dengan pengetahuan yang lebih baik akan mendapatkan pekerjaan dengan imbalan dan penghargaan yang lebih baik pula. Dalam sebuah organisasi ataupun perusahaan keterampilan berkomunikasi harus diperbaiki yang bertujuan untuk mempertahankan proses kerja serta menanamkan budaya berbagai pengetahuan dan mengimplementasikan sistem penghargaan berbasis kinerja. Pengetahuan dalam mencapai keunggulan kompetitif suatu organisasi atau perusahaan sangat penting, maka organisasi atau perusahaan harus mampu mengelola pengetahuan yang melekat dalam diri SDM, pendekatan dalam proses pengelolaan pengetahuan tersebut lebih dikenal dengan nama Knowledge Management (manajemen pengetahuan). Untuk menjadi sebuah organisasi pembelajar, perusahaan atau organisasi harus mampu mengatasi adanya dilema bahwa kesuksesan pencapaian keunggulan kompetitif sangat tergantung pada proses pembelajaran.


Responses

  1. bagus bermanfaat mbah…..:D

  2. bagus banget artikelnya thx for sharing

    bisa minta link e-book nya ga?
    makasih banget

  3. […] Inspired by : https://ittemputih.wordpress.com/2012/02/13/pentingnya-communication-skill-keterampilan-berkomunikasi… […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: