Oleh: Pemuda Sukses | Desember 14, 2011

UJIAN AKHIR SEMESTER DASAR-DASAR SOSIOLOGI

SOAL:

1. Mengapa kita sulit meletakkan garis pemisah antara masyarakat dan kebudayaan?

2. Benarkah bhwa srtatifikasi sosial itu hanya terdapat pada masyarakat yang menganut sistem kasta? Jelaskan dan berilah contoh konkrit!

3. Setujukan Anda jika ada pernyataan bahwa proses sosialisasi yang bersifat primer itu akan berhenti pada seseorang setelah melaksenakan pernikahan dan hidupnya terpisah dengan keluarga asalnya? Jelaskan argumentasi Anda dengan analisis!

4. Apa perbedaan dan persamaan antara perubahan sosial dengan modernisasi? Berilah contoh masing-masing di Indonesia!

5. Kontrol sosial terhadap keberlakuan norma dan nilai di masyarakat desa lebih “ketat” jika dibanding dengan masyarakat kota, benarkah demikian? Jelaskan!

 

JAWAB:

1. Karena masyarakat adalah orang yang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan. Dengan demikian, tak ada masyarakat yang tidak mempunyai kebudayaan dan sebaliknya tak ada kebudayaan tanpa masyarakat sebagai wadah dan pendukungnya. Segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukan adanya oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu. Seperti yang telah disebutkan oleh Selo Soemardjan bahwa kebudayaan adalah hasil cipta, rasa dan karsa masyarakat. Sebelum terbentuknya suatu kebudayaan yang dihasilkan oleh sekelompok masyarakat, kita juga harus mengetahui terjadinya sekelompok masyarakat itu karena berkumpulnya individu-individu, dari individu-individu berkumpul menjadi masyarakat yang hidup bersama membentuk kebudayaan, sehingga kebudayaan tidak akan terbentuk apabila tidak ada masyarakat.

2. Tidak benar, karena walaupun stratifikasi sosial itu merupakan pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat) seperti kasta, akan tetapi stratifikasi sosial yang terdapat dalam masyarakat ada bermacam-macam jenisnya. Sistem stratifikasi itu ada 3 macam yaitu stratifikasi terbuka, stratifikasi tertutup, dan stratifikasi campuran. Stratifikasi terbuka yaitu yang memberi seseorang berpindah lapisan, contohnya masyarakat yang beragama Islam bebas berpindah dari golongan satu ke golongan lain. Stratifikaasi tertutup yaitu yang tidak memberikan kesempatan untuk berpindah lapisan, contohnya masyarakat kasta di Bali. Stratifikasi campuran yaitu boleh berpindah lapisan atau tidak, contohnya masyarakat Cina di Indonesia.

3. Tidak setuju, karena walaupun seorang anak sudah mempunyai keluarga sendiri dan tidak tinggal lagi dengan orang tuanya, seorang anak masih tetap membutuhkan interaksi/komunikasi dengan orang tuanya. Keluarga adalah orang-orang yang pertama kali mengenalkan dunia kepada anaknya, sehingga ada ikatan batin yang kuat diantara seseorang dengan keluarganya. Jadi pengajaran oleh orang tua kepada anaknya tentang mambangun hidup berkeluarga apalagi kalau anak tersebut sudah mempunyai anak pasti akan sangat diperlukan.

4. Persamaan antara perubahan sosial dan modernisasi: Perubahan sosial dan modernisasi sama-sama terjadi proses perubahan/transformasi yang menuju ke arah perbaikan. Dan keduanya sama-sama menggunakan sistem tebuka lapisan masyarakat. Perbedaan antara perubahan sosial dan modernisasi: Perubahan sosial perubahannya yang terjadi pada kehidupan masyarakat dan tidak selalu meninggalkan unsur tradisional, akan tetapi modernisasi merupakan perubahan dari masyarakat tradisional menuju masyarakat modern dan perubahan tersebut terarah (directed change) dan didasarkan atas suatu perencanaan (planned change), biasanya mengarah pada kemajuan IPTEK. Contoh perubahan sosial: Masyarakat pedesaan yang umumnya bermata pencaharian sebagai petani sekarang beralih menjadi pegawai kantoran. Contoh modernisasi: Pada perkembangan teknologi pertanian, dari pekerjaan di sawah dengan menggunakan tenaga hewan dan manusia, diganti dengan tenaga mesin. Contoh lain adalah munculnya internet sebagai media komunikasi lintas negara.

5. Memang benar kontrol sosial terhadap keberlakuan norma dan nilai di masyarakat desa lebih “ketat” jika dibandingkan dengan masyarakat kota, karena pada masyarakat pedesaan masih sangat menjunjung tinggi nilai-nilai dan norma yang ada pada masyarakat. Kepatuhan dan kesadaran akan pentingnya nilai dan norma oleh masyarakat pedesaan masih tinggi. Di desa-desa masih memiliki sebuah cerita atau legenda yang dapat mempengaruhi kebiasaan dan perilaku masyarakat sekitar. Selain itu, rasa malu yang dimiliki masyarakat desa masih bisa dikatakan tinggi, karena jika mereka melakukan suatu perbuatan yang cukup asing akan disebut tabu, sehingga mereka bisa mengandalikan diri.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: