Oleh: ittemputih | Februari 13, 2012

Latar belakang Jepang menguasai Indonesia

  1. Modernisasi Jepang

Bangsa barat yang pertama kali mendobrak politik isolasi Jepang adalah Amerika Serikat. Pada tahun 1853, angkatan laut Amerika Serikat di bawah pimpinan Commodore Metthew Calbraith Perry tiba di Teluk Yokohama. Tujuannya untuk meminta kepada pemerintah Jepang membuka kota-kota pelabuhannya bagi keperluan perniagaan (perdagangan). Namun, pemerintah Jepang yang diwakili oleh Shogun dari Keluarga Tokugawa meminta waktu untuk mempertimbangkannya.

Pada tahun 1854, Commodore Perry kembali ke Jepang yang dilanjutkan dengan dibuatnya perjanjian Shimoda. Tujuan dari perjanjian itu adalah untuk membuat kesepakatan hubungan antara Jepang dengan Amerika Serikat. Namun perjanjian yang disepakati antara Shogun dengan Amerika Serikat itu menyebabkan munculnya golongan-golongan yang tidak setuju atau menentang pembukaan Jepang dan sekaligus menentang politik Shogun.

Pada dasarnya di Jepang terdapat dua kekuasaan pemerintah, yaitu pemerintahan Shogun yang berkududukan di Edo dan pemerintahan Kaisar (Tenno) yang berpusat di Kyoto. Pada tahun 1867 Kaisar Komei meninggal dunia dan digantikan oleh puteranya yang bernama Pangeran Mutshuhito dengan gelar Tenno Meiji. Gerakan untuk mengembalikan kekuasaan ke tangan Kaisar semakin kuat dan mencapai puncaknya. Shogun Yosinobu meletakkan jabatannya pada tanggal 8 November 1867. Untuk mengakhiri kekuasaan Shogun itu, maka Jepang memasuki era baru, dimana kekuasaan kembali berada di tangan Kaisar (Tenno). Peristiwa ini dikenal dengan Restorasi Meiji. Kaisar Meiji melakukan pembaharuan di segala bidang kehidupan masyarakat Jepang dengan tujuan untuk mengejar ketinggalan-krtinggalan dari bangsa-bangsa Barat. Tahun 1873 diadakan wajib militer bagi semua lapisan masyarakat dan juga bentuk tentara nasional dengan segala perlengkapannya yang dibeli dari negara-negara Barat. Pada tahun 1871 dibentuk departemen pengajaran serta dikeluarkanlah wajib belajar terhadap anak-anak usia 6-14 tahun,dan Jepang menjadi negeri pertama di dunia yang bebas buta huruf. Pada tahun 1873 dibentuk sistem pajak baru. Dengan demikian setelah Restorasi Meiji dalam waktu yang cukup singkat Jepang menjadi negara maju dan dapat mengangkat dirinya sejajar dengan negara-negara Barat.

 

  1. Akibat Modernisasi dan Politik Imperialisme Jepang

Industri Jepang maju dengan cepat sejak terjadinya modernisasi tahun 1868, begitu pula dengan jumlah penduduk semakin bertambah sehingga berpengaruh pada bidang ekonomi. Ketika Jepang merasa dirinya telah kuat timbul keinginan untuk mengikuti jejak bangsa-bangasa Barat dalam usaha untuk mendapatkan daerah-daerah jajahan. Menjelang akhir abad ke-19 (1894-1895) terjadi perang Jepang-Cina. Dalam perang ini Jepang memperoleh kemenangan. Kemudian pada tahun 1904-1905 terjadi perang antara Jepang-Rusia dan Jepang berhasil memukul mundur pasukan Rusia di Manchuria. Pada perang Dunia I (1914-1918) Jepang terlibat perang melawan Jerman dengan tujuan untuk mendapatkan daerah-daerah jajahan Jerman di Asia. Pada tahun 1931 Jepang malakukan serangan terhadap Manchuria dan berhasil menguasai sebagian besar dari daerah Manchuria dalamwaktu 6 bulan. Pertikaian tentanra Jepang dengan Cina terus berkobar. Dalam tahun 1937 diawali dengan terjadinya insiden di atas jembatan Marco Polo, Jepang dengan persenjataan yang serba modern mengadakan pendaratan secara besar-besaran di Cina Utara dan Tengah. Setelah insiden itu, Presiden Cina Chiang Kai Shek memaklumkan bahwa telah terjadi perang Cina dan Jepang. Dengan adanya perang Jepang-Cina, mulailah Baron Tanaka merebut wilayah-wilayah yang ada di Laut Selatan dan Asia Timur Raya.perang ini ternyata menggoncangkan suasana di daerah Pasifik, sehingga masing-masing negara yang sedang berkuasa pada saat itu di daeerah Pasifik memperkuat kedudukannya,sehingga tanda-tanda akan meletusnya perang Pasifik mulai tampak nyata.

 

  1. Pengaruh Modernisasi Jepang di Asia Pasifik
    1. Bidang politik

Kemenangan Jepang terhadap Rusia telah membangkitkan bangsa-bangsa Asia untuk menentang imperialisme Barat. Gerakan nasionalisme bermunculan, seperti di Indonesia Lahirnya Budi Utomo (1908), di Vietnam lahir Vietnam Restoration League (1907).

  1. Bidang militer

Tentara Jepang dikenal dengan Pasukan Kate (karena orang-orang Jepang pendek-pendek), yang memiliki semangat Bushido yang tinggi yang ditunjang oleh persenjataan modern. Ekspansi Jepang yang selalu berhasil akhirnya menyadarkan bengsa-bangsa Barat terhadap bahaya “Kuning” yang dari arah utara.

  1. Bidang ekonomi

Jepang berusaha untuk merebut pasaran hasil industri dengan melaksanakan Politik Dumping. Negara-negara yang kaya dengan hasil bahan industri akan bekerjasama dengan Jepang sebagai negara yang maju industrinya, sehingga akan terjadi kerjasama yang serasi untuk meningkatkan kemakmuran bersama.

 

Zaman Pendudukan Jepang di Indonesia

  1. Masuknya Jepang ke wilayah Indonesia

Sebagai negara fasis-militerisme di Asia, Jepang sangat kuat, sehingga meresahkan kaum pergerakan nasional di Indonesia. Sedangkan sikap pergerakan politik bangsa Indonesia  dengan tegas menentang dan menolak bahwa fasisme sedang mengancam dari arah utara. Sikap ini dinyatakan dengan jelas oleh Gabungan Politik Indonesia (GAPI). Pada tanggal 8 Desember 1941 pecah perang di Lautan Pasifik yang melibatkan Jepang. Angkatan perang Jepang begitu kuat, sehinnga Hindia Belanda yang merupakan benteng kebanggan Inggris di daerah Asia Tenggara akhirnya jatuh ke tangan pasukan Jepang. Jatuhnya Singapura ke tangan Jepang pada tanggal 15 Februari 1941, yaitu dengan ditenggelamkannya kapai induk Inggris bernama Prince of Wales dan Refulse, sangat menggoncangkan pertahanan sekutu di Asia. Secara kronologis serangan-serangan pasukan Jepang di Indonesia adalah sebagai berikut: diawali dengan menduduki Tarakan (10 Januari 1942), kemudian Minahasa, Sulawesi, Balikpapan, Ambon. Kemudian pada bulan Februari 1942 pasukan Jepang menduduki Pontianak, Makassar, Banjarmasin, Pelembang dan Bali. Kemudian di Batavia (5 Maret 1942), Bandung (8 Maret 1942)dan akhirnya pasukan Belanda di Jawa Tengan menyerah kepada Panglima Bala Tentara Jepang Imamura di Kalijati (Subang, 8 Maret 1942).

 

  1. Penjajah Jepang di Indonesia

Pembesar Bala Tentara Nippon memegang kekuasaan militer dan segala kekuasaan yang dulu dipegang oleh gubernur Jendral (pada masa kekuasaan Belanda). Dalam pelaksanaan sistem pemerintahan ini, kekuasaan atas wilayah Indonesia dipegang oleh dua angkatan perang yaitu angkatan darat (Rikugun) dan angkatan laut (Kaigun). Masing-masing angkatan mempunyai wilayah kekuasaan. Dalam hal ini Indonesia dibagi menjadi tiga wilayah kekuasaan yaitu:

  1. Daerah Jawa dan Madura dengan pusatnya Batavia berada di bawah kekuasaan Rikugun.
  2. Daerah Sumatra dan Semenanjung Tanah Melayu dengan pusatnya Singapura berada di bawah kekuasaan Rikugun.
  3. Daerah Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, Irian berada di bawah kekuasaan Kaigun.

 

  1. Organisasi Bentukan Jepang
    1. Gerakan Tiga A

Gerakan ini disebut Gerakan Tiga A karena semboyannya adalah Nippon Pelindung Asia, Nippon Cahaya Asia, Nippon Pemimpin Asia. Gerakan ini dipimpin oleh Syamsuddin SH. Namun dalam perkembangan selanjutnya gerakan ini tidak dapat menarik simpati rakyat, sehinnga pada tahun 1943 Gerakan Tiga A dibubarkan dan dibagi dengan Putera.

  1. Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA)

Organisasi ini dibentuk pada tahun 1943 dibawah pimpinan “Empat Serangkai”, yaitu Bung Karno, Bung Hatta, Ki Hajar Dewantara, KH Mas Mansyur. Gerakan Putera ini pun diharapkan dapat menarik perhatian bangsa Indonesia agar membantu pasukan Jepang dalam setiap peperangan yang dilakunnya. Ternyata Gerakan Putera yang menjadi bentukan Jepang ini ternyata menjadi bumerang bagi Jepang. Hal ini disebabkan oleh anggota-anggota dari Putera yang memiliki sifat nasionalisme yang tinggi.

  1. Pembela Tanah Air (PETA)

PETA merupakan sebuah organisasi bentukan Jepang dengan keanggotaanya berisi pemuda-pemuda Indonesia. Dalam organisasi PETA ini para pemuda bangsa Indonesia dididik atau mendapatkan latihan kemiliteran dari pasukan Jepang. Pemuda-pemuda inilah yang menjadi tiang utama perjuangan kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia. Tujuan awalnya pembentuka organisasi PETA ini adalah untuk memenuhi kepentingan peperangan Jepang di Lautan Pasifik. Namun karena PETA bersifat nasional dan diaanggap sangat membahayakan kedudukan Jepang atas wilayah Indonesia, maka pada tahun 1944 PETA dibubarkan. Berikutnya Jepang mendirikan organisasi lainnya yang bernama Perhimpunan Kebaktian Rakyat yang lebih terkenal dengan nama Jawa Hokokai. Kepemimpinan organisasi ini berada di bawah Komando Militer Jepang.

 

  1. Perlawanan Rakyat terhadap Jepang

Buruknya kehidupan rakyat mendorong timbulnya perlawanan rakyat di beberapa tempat seperti:

  1. Aceh pada tahun 1942
  2. Karang Ampel, Sindang (Kabupaten Indramayu) tahun 1943
  3. Sukamanah (Kabupaten Tasikmalaya) tahun 1943
  4. Blitar pada tanggal 14 februari 1945

 

  1. Dampak Pendudukan Jepang bagi Indonesia
    1. Bidang politik

Sejak masuknya kekuasaan Jepang di Indonesia, organisasi-organisasi politik tidak dapat berkembang lagi. Bahkan pemerintah pendudukan Jepang menghapuskan segala bentuk kegiatan organisasi-organisasi, kemudian diganti dengan organisasi buatan Jepang, sehingga kehidupan politik pada masa itu diatur oleh pemerintah Jepang.

  1. Bidang ekonomi

Kedatangan bengsa Jepang ke Indonesia berlatar belakang masalah ekonomi, yaitu mencari daerah-daerah sebagai penghasil bahan mentah dan mahan baku. Aktivitas perekonomian bangsa Indonesia pada zaman Jepang sepenuhnya dipegang oleh pemerintah Jepang.

  1. Bidang pendidikan

Pada masa pendudukan Jepang di Indonesia, kehidupan pendidikan berkembang pesat dibandingkan dengan pendudukan Hindia Belanda. Pemerintah pendudukan Jepang memberikan kesempatan kepada bangsa Indonesia untuk mengikuti pendidikan pada sekolah-sekolah yang dibangun oleh pemerintah.

  1. Bidang kebudayaan

Jepang sebagai negara fasis selalu berusaha untuk menanamkan kebudayaanya. Salah satu cara Jepang adalah kebiasaan menghornat ke arah matahari terbit.

  1. Bidang sosial

Selama masa pendudukan Jepang kehidupan sosial masyarakat sangat memprihatinkan. Terlabih lagi rakyat dijadikan romusha (kerja paksa), sehingga banyak jatuh korban akibat kelaparan dan penyakit.

  1. Bidang birokrasi

Kekuasaan Jepang atas wilayah Indonesia dipegang oleh kalangan militer, yaitu dari angkatan darat (rikugun) dan angkatan laut (kaigun). Dengan demikian sistem pemerintahan atas wilayah diatur berdasarkan aturan militer.

  1. Bidang militer

Kekuasaan Jepang atas wilayah Indonesia memiliki arti penting, khususnya dalam bidang militer. Para pemuda bangsa Indonesia diberikan pendidikan militer melalui organisasi PETA. Pemuda-pemuda yang tergabung dalam PETA inilah yang nantinya menjadi inti kekuatan dan penggerak perjuangan rakyat Indonesia mencapai kemerdekaannya.


Responses

  1. gambar nya mana nihh ?

  2. Struggling to get your car paid off? Are you mad about the last deal you
    got? Perhaps you’re looking for an automobile now, and you’re
    not sure what to do differently. You’re in the same boat with many other people. Keep reading to find out information regarding what to do next time you enter a dealership.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: